Sejarah Batik Trusmi Cirebon


Hal ini dapat menelusuri sejarah batik teknologi dating kembali ke zaman Mesir di abad keempat SM. Teknik ini adalah cara yang dikenal manusia pada saat itu untuk mencegah pencampuran warna dengan malam. Hal ini diyakini bahwa teknik batik di Indonesia telah ditemukan lama Madjapahi dan menjadi sangat populer di akhir abad kedelapan belas atau awal abad kesembilan belas. Dan berhubungan erat dengan seni batik dalam pengembangan kerajaan Madjapahi dan menyebarkan Islam di Jawa. Yang mengatakan, semua diproduksi batik batik sampai awal abad kedua puluh, batik baru dikenal setelah Perang Dunia atau selama tahun 1920.
Mulai membuat batik Cirebon ada sejak abad ke-14 di wilayah dengan tanggal mengirinya Trusmi. Trusmi terletak sekitar 5 km dari pusat kota Cirebon hari ini. Pada saat itu, yang dikenal sebagai Trusmi subur membahas banyak tanaman. Jika ada orang yang memotong mereka, maka tanaman atau tanaman akan tumbuh dengan cepat lagi. Dengan demikian, asal-usul kata “Trusmi” yang artinya “mekar terus menerus.
Sekali, dan bertanya Keraton di Cirebon warga membuat batik Trusmi halus. Penduduk Trusmi kemudian menerima perintah dan mungkin berakhir dalam waktu yang tepat. Batik telah menyerahkan salinan asli kepada Sultan dan Sultan, dan meminta Sultan bisa memilih salah satu yang nyata dan yang duplikat. Batik adalah sama, baik untuk sejauh bahwa Sultan tidak dapat membedakan antara mereka. Sejak itu, Sultan diakui keahlian pada orang Trusmi batik. Sejauh ini, dan dia masih di pusat batik Trusmi Cirebon dan sekitarnya.
Trusmi teknik batik batik memiliki warna dan sulit untuk ditiru oleh daerah lain. Trusmi batik menggunakan teknik pencelupan adalah tingkat kompleks dan spesifik keasaman air yang menentukan keberhasilan setiap proses pencelupan batik. Jadi, meskipun halaman rumah atau Bitalungan Mr pola pewarnaan dan batik Trusmi, tetapi jika dilakukan di luar daerah tidak akan menghasilkan warna Trusmi Trusmi batik.
Perlu dipahami bahwa pewarnaan tidak semudah batik lukis di atas kanvas. Kain Painter dapat dengan mudah mengontrol warna ditentukan oleh semua warna terlihat. Warna yang diinginkan dapat dengan mudah dihasilkan dan jika warna tidak sesuai (misalnya, sangat tua, sangat hijau, bar sangat kecil.) Dan dapat dengan mudah diganti atau menulis dengan warna terbaik. Sementara di pencelupan batik, dan harus memiliki beberapa pengrajin untuk menghasilkan warna batik teknik tertentu. Selain itu, harus ada rasa yang kuat warna karena warna batik memproduksi bahan kimia pencampuran yang diproses oleh suhu air tertentu, atau mendidih pengelorodan batik adil dan matahari cukup hangat.
Lihat jenisnya, pada umumnya, termasuk kategori batik Cirebon batik pesisir (meskipun beberapa, termasuk jenis batik Palace). Hal ini karena dalam dua dari Cirebon Istana Kasepuhan Keratonan dan Kanoman Palace (Beberapa percaya bahwa ketiga minor, anak di bawah umur Kacirebonan), konon berdasarkan sejarah dari istana adalah beberapa desain klasik seperti batik motif Cirebon kesempatan besar, Paksinaga Lehman, Patran Keris, payung-Assad, Singa Barong, bit Balong, ayam dan lainnya.
Beberapa poin penting yang menjadi ciri batik tradisional batik Cirebon dibandingkan dengan daerah lain adalah:
A. Umumnya selalu menyertakan pola Wadasan (rock) pada bagian motif tertentu. Selain itu, adalah awan dalam bentuk dekoratif (MEGA) pada bagian-bagian yang dirancang khusus untuk motif primer.
2. Selalu ditandai turun (kain dasar) lebih muda dari warna pola warna dari garis utama
3. Pada bagian belakang kain / dasar umumnya lebih bersih dari flek hitam atau warna yang tidak diinginkan karena penggunaan lilin rusak sehingga proses pewarnaan, yang menyebabkan pewarna tidak diinginkan melekat pada kain.
4. Baris dalam batik motif Cirebonan yang menggunakan satu baris dan tipis (kecil) sekitar 0,5 mm dengan garis warna yang lebih dari warna latar belakang. Hal ini karena proses batik Cirebon Tutup (zona) menggunakan beveling khusus (bleber dinding dan modern).
5. Warna biasanya klasik dominan batik Cirebonan yang kuning dan hitam (Sogan gesekan) dan warna dasar krem, merah gelap kecil, biru, warna dasar hitam dengan krim atau kain putih gading.
Berbeda dengan karakteristik Cirebon klasik batik / batik tradisional penduduk pesisir Cirebon dipengaruhi oleh karakter pesisir sebagai masyarakat pada umumnya memiliki pikiran terbuka dan mau menerima pengaruh eksternal. Sekitar pelabuhan biasanya banyak tahanan asing, untuk dermaga ada pernikahan etnis terakhir (penyerapan), dan batik pesisir Cirebonan lebih bersedia untuk menerima pengaruh dari luar. Selain itu, batik Cirebon pantai lebih mungkin untuk merespon atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah (lebih pada realisasi produk komersial dan pemasaran), sehingga warna batik pesisir Cirebonan yang lebih menarik dengan jumlah warna.
Produksi batik Cirebonan yang saat ini terdiri dari penulisan batik, batik dan batik kelompok menulis kepala karakter. Pada tahun 1990 – 2000 ada orang yang memproduksi batik kain batik Cirebon Cirebonan dengan pencetakan teknik pada kain (manual cetak), namun dalam beberapa kali, dan sutra tangan skrining teknik adalah punah hampir, karena teknik sablon dipukuli oleh mesin yang dimiliki oleh perusahaan besar (dalam bagian dari Bitalungan industri batik).
Contained daerah penghasil dan produksi perajin batik Cirebonan di lima desa berbeda di daerah, khususnya daerah sekitar desa Trusmi (Cirebonan batik tengah). Desa yang terletak di semua bagian desa termasuk pujian desa Trusmi, Kaliwulu, Wotgali, dan Panembahan Kalitengah. Trusmi batik pertumbuhan tampaknya bergerak cepat dari 2000, yang dapat dilihat dari munculnya galeri batik di jalan utama dan Desa Trusmi Panembahan. Hampir semua dimiliki oleh pemilik showroom batik Trusmi Trusmi asli meskipun ada pemilik properti dan satu atau dua modal dari luar Trusmi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)
Sejarah Batik Trusmi Cirebon, 7.8 out of 10 based on 4 ratings

batik trusmi cirebon

batik trusmi cirebon,sejarah batik cirebon,sejarah batik trusmi,sejarah batik trusmi cirebon,batik cirebon dan penjelasannya,latar belakang batik cirebon,asal usul batik trusmi,batik trusmi dan sejarah batik cirebon,gambar batik trusmi cirebon dan penjelasannya,pengertian batik cirebon

Google blog


Sejarah Nama Batik Trusmi - SEWA RENTAL MOBIL DI CIREBON ...
Sejarah nama Batik Trusmi adalah di awali oleh kisah membatik desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi, salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati.
Batik Trusmi Cirebon | IM Cerbon
Kata kunci mesin pencari: batik trusmi, batik trusmi cirebon, imcerbon com batik-trusmi-cirebon, batik cirebon, batik tradisional cirebon, latar belakang batik trusmi cirebon, pemasaran batik trusmi cirebon, sejarah kampung ...
TENTANG CIREBON: Sejarah batik cirebon
Menurut para budayawan, sejarah Batik Cirebon berawal ketika Pelabuhan Muara Jati (kini disebut Cirebon) dijadikan tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Tiongkok, Arab, Persia dan India. Masuknya para pedagang asing ini kemudian ... Sambil mengajarkan agama ia juga mengajari ketrampilan membatik kepada penduduk setempat, sehingga kawasan Desa Trusmi ini terkenal dengan Kampung Batik. Diposkan oleh Resih Diarani di 04.53 ...
Sejarah Timbulnya Motif Batik Megamendung - Rental Mobil Cirebon
Sejarah Timbulnya Motif Batik Megamendung. sejarah batik mega mendung trusmi cirebon. Sejarah timbulnya motif Batik megamendung berdasarkan buku dan literatur yang ada selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China ke ...

Facebook


 Sejarah Batik Trusmi CirebonMuseum Batik Online


Sejarah+batik+cirebon+-+Sejarah+batik+trusmi+-+++Sejarah+Batik+Trusmi+Cirebon 's link
Sejarah Batik Megamendung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.   Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Bahkan karena hanya ada di Cirebon dan merupakan masterpiece, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu world heritage.   Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon. H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds, Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyatakan bahwa: “ Motif megamendung merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, sehingga penggunaan motif megamendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Pernyataan ini tidak bermaksud membatasi bagaimana motif megamendung diproduksi, tapi lebih kepada ketidaksetujuan penggunaan motif megamendung untuk barang-barang yang sebenarnya kurang pantas, seperti misalnya pelapis sandal di hotel-hotel. ”   Sejarah motif.   Sejarah timbulnya motif megamendung berdasarkan buku dan literatur yang ada selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon. Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri. Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Ratu Ong Tien dari China. Beberapa benda seni yang dibawa dari China seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan. Konon, bentuk awan melambangkan dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan).   Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi China ke keraton Cirebon. Para pembatik keraton menuangkan budaya dan tradisi China ke dalam motif batik yang mereka buat, tetapi dengan sentuhan khas Cirebon, jadi ada perbedaan antara motif megamendung dari China dan yang dari Cirebon. Misalnya, pada motif megamendung China, garis awan berupa bulatan atau lingkaran, sedangkan yang dari Cirebon, garis awan cenderung lonjong, lancip dan segitiga.   Sejarah batik di Cirebon juga terkait dengan perkembangan gerakan suatu kelompok yang konon berpusat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Membatik pada awalnya dikerjakan oleh anggota kelompok tersebut yang mengabdi di keraton sebagai sumber ekonomi untuk membiayai kelompok tersebut. Para pengikut kelompok tersebut tinggal di desa Trusmi dan sekitarnya. Desa ini terletak kira-kira 4 km dari Cirebon (Kota) menuju ke arah barat daya atau menuju ke arah Bandung. Oleh karena itu, sampai sekarng batik Cirebon identik dengan batik Trusmi.   Unsur motif.   Motif megamendung yang pada awalnya selalu berunsurkan warna biru diselingi warna merah menggambarkan maskulinitas dan suasana dinamis, karena dalam proses pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada awalnya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga menggambarkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter.   Selain itu, warna biru juga disebut-sebut melambangkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang serta melambangkan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda sampai dengan warna biru tua. Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.   Dalam perkembangannya, motif megamendung mengalami banyak perkembangan dan dimodifikasi sesuai permintaan pasar. Motif megamendung dikombinasi dengan motif hewan, bunga atau motif lain. Sesungguhnya penggabungan motif seperti ini sudah dilakukan oleh para pembatik tradisional sejak dulu, namun perkembangannya menjadi sangat pesat dengan adanya campur tangan dari para perancang busana. Selain motif, warna motif megamendung yang awalnya biru dan merah, sekarang berkembang menjadi berbagai macam warna. Ada motif megamendung yang berwarna kuning, hijau, coklat dan lain-lain.   Proses produksi.   Proses produksinya yang dahulu dikerjakan secara batik tulis dan batik cap, dengan pertimbangan ekonomis diproduksi secara besar-besaran dengan cara disablon (printing) di pabrik-pabrik. Walaupun kain bermotif megamendung yang dihasilkan dengan proses seperti ini sebenarnya tidak bisa disebut dengan batik. Wujud motif megamendungpun yang dulunya hanya dikenal dalam wujud kain batik, sekarang bisa ditemui dalam berbagai macam bentuk barang. Ada yang berupa hiasan dinding lukisan kaca, produk-produk interior seperti ukiran kayu maupun produk-produk peralatan rumah tangga seperti sarung bantal, sprei, taplak meja dan lain-lain.   Sumber : wikipedia dengan sedikit perubahan.   LIKE THIS YO.... http://www.facebook.com/MuseumBatikOnline   Batik Mesem Menerima pesanan kain batik tulis. Motif bisa Anda bikin sendiri atau sesuai motif yang kami miliki. Pesan 1 lembar kain batik tulis pun akan kami kerjakan. untuk pemesanan silakan sms ke 081324035277.  
 Sejarah Batik Trusmi CirebonMuseum Batik Online


Sejarah+batik+cirebon+-+Sejarah+batik+trusmi+-+++Sejarah+Batik+Trusmi+Cirebon 's link
Ragam Batik Cirebon   Siapa yang tak kenal batik? Salah satu kota yang terkenal dengan batiknya adalah Cirebon.  Sejarah Batik di Cirebon terkait erat dengan proses asimilasi atau pertukaran budaya serta tradisi religius. Itu terjadi sejak Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon pada abad ke-16.   Menurut para budayawan, sejarah Batik Cirebon berawal ketika Pelabuhan Muara Jati (kini disebut Cirebon) dijadikan tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Tiongkok, Arab, Persia dan India. Masuknya para pedagang asing ini kemudian menciptakan asimilasi dan akulturasi beragam budaya dan menghasilkan banyak tradisi baru seperti batik Cirebon.   Di Cirebon terdapat Batik Pesisiran, Batik Keratonan dan Batik Trusmi. Warna kain secara garis besar cerah dan ceria, merah, pink, biru langit, hijau pupus. Warna batik tradisional terpusat pada tiga warna yaitu krem, hitam, dan cokelat.   Batik Keratonan biasanya berwarna coklat soga atau keemasan. Batik keraton dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Motifnya cenderung berupa batu-batuan (wadas), kereta singa barong, naga seba, taman arum dan anyam alas. Batik Keratonan dapat juga disebut sebagai Motif Ganggang.   Batik Pesisir dipengaruhi oleh budaya Cina. Motifnya lebih bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter. Motifnya banyak ditandai dengan gambar flora dan fauna seperti binatang laut dan darat, ikan, pepohonan, daun daunan. Batik Pesisiran: Batik bethetan Kedung Wuni Pekalongan, Motif Sarung Cirebonan, Bethetan Demak.   Batik Trusmi lahir atas karya dari seorang pemuka agama Islam, Ki Buyut Trusmi. Awalnya Ki Buyut Trusmi bersama-sama Sunan Gunung Jati, menyebarkan Agama Islam di kawasan desa Trusmi. Sambil mengajarkan agama ia juga mengajari ketrampilan membatik kepada penduduk setempat, sehingga kawasan Desa Trusmi ini terkenal dengan Kampung Batik.   Dua motif Cirebon yang terkenal adalah Corak Singa Wadas dan Mega Mendung. Motif Singa Wadas adalah corak resmi kesultanan Cirebon (Kasepuhan) yang memperlihatkan bentuk Singa Barong dari keraton Kasepuhan. Motif ini kental dengan warna coklat, hitam dan krem.   Motif Mega Mendung yang tidak ditemui di daerah lain, yaitu motif berbentuk awan yang bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif ini mendapat pengaruh dari keraton-keraton di Cirebon. Motif ini kaya akan warna merah, biru, violet, dan keemasan.   Motif batik cirebon lainnya: motif kerang murek, gunung jati, taman terate, ayam alas, patran kangkung, wayang katura, kapal kandas, antares, cerita panji, kompeni, gapura gewor, kembang alas, lung kembang kasunanan, naga seba, rajeg wesi, peksi naga liman, simbar menjangan, taman arum sunyaragi, taman sari kasepuhan, wayang masina.     Sumber : http://kreatif.ngedib.com   LIKE THIS YO.... http://www.facebook.com/MuseumBatikOnline   Batik Mesem Menerima pesanan kain batik tulis. Motif bisa Anda bikin sendiri atau sesuai motif yang kami miliki. Pesan 1 lembar kain batik tulis pun akan kami kerjakan. untuk pemesanan silakan sms ke 081324035277.    
 Sejarah Batik Trusmi CirebonGunung Jati Cirebon


Sejarah+batik+cirebon+-+Sejarah+batik+trusmi+-+++Sejarah+Batik+Trusmi+Cirebon 's link
 Batik bukanlah merupakan produk budaya yangseketika ada. Namun mempunyai sejarah yang panjang pada proses pembentukannyasehingga muncul dalam bentuknya dewasa ini. Makna atau arti dari suatu ragamhias tidak mudah untuk diterangkan dengan kata-kata. Seorang seniman yangmemakai suatu ragam hias, kerap kali berbuat begitu saja tanpa mengetahuiartinya, karena memang seniman tersebut mempelajari seni tersebut dari gurunya,begitu saja tanpa mengetahui maknanya. Jika kita hendak mengerti tentang maknasimbolik dari suatu produk seni budaya, maka kita harus menelusurinya kembalijauh dalam sejarah, bahkan harus tiba di zaman prasejarah. Kita harusmempelajari pengaruh-pengaruh terpenting dari zaman sejarah dan zamanprasejarah yang membentuk seni budaya Indonesia.   Menurut A.N.J. Th. van der Hoop.(1949), paraseniman Indonesia sekarang harus mempelajari jiwa dan arti seni yang lebihkuno, tetapi mereka harus mencari jalan baru sendiri.   Jika dilihat dari ragam hiasnya, motif batikIndonesia banyak bersumber dari seni hias zaman prasejarah seperti ragam hiasgeometrik dan ragam hias perlambangan. Penerapan ornamen dengan berbagai motifgeometrik pada batik tidak banyak bedanya dengan pola ornamen pada hiasanperumahan dan benda kerajinan di daerah pedalaman. Pola ornamen ini selalumenjadi ciri dasar dan selalu berulang pada karya seni rupa tradisional didaerah .   Ternyata kesenian yang dianggap primitif darizaman prasejarah justru mempunyai kekuatan batin dan dasar-dasar rohani, yangtidak terdapat pada bentuk-bentuk seni yang lebih sempurna pada zamanberikutnya. Dalam seni budaya primitif, arti ragam hias lebih penting biladibandingkan dengan seni budaya mutakhir, yang lebih mengutamakan keindahan/(estetika) belaka. Kalau kita mempelajari ragam hias dari berbagai bangsa dandari berbagai zaman, maka kita akan merasa kagum melihat penyebaran secara luasmenurut tempat dan waktu dengan ragam hias yang sama. Mengapa dengan ragam hiasyang sama, bisa terdapat pada daerah yang sangat berjauhan serta rentang waktuyang sangat berbeda?   Ada tiga teori yang mungkin bisa menjawabtentang penyebaran ragam hias di berbagai benua : 1.         TeoriDifusi (Diffusion Theory) menunjukan bahwa penyebaran ragam hias berasal darisatu pusat/daerah tertentu ke berbagai benua, sehingga ragam hias di berbagaibenua tersebut mempunyai kesamaan atau kemiripan. Namun teori ini menemuibanyak sanggahan untuk bisa diterima.   2.         Teoriyang kedua berasal dari seorang ahli berbangsa Jerman bernama Adolf Bastian(1826 – 1905 M) yang menyatakan bahwa persamaan ragam hias di berbagai negeriyang berjauhan letaknya (paralelisme) karena pada dasarnya jiwa manusia dimana-mana adalah sama pula. Teori ini dinamakan Elementargedenken.   3.         Teoriketiga dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dari sudut ilmu jiwa yang memperkuatteori kedua. Ia mengatakan bahwa selalu munculnya lagi lambang yang sama adalahakibat dari archetypen yang terletak jauh di dalam alam bawah sadar tiap-tiapdiri manusia.   Permasalahan tersebut di atas berlaku pulabagi Indonesia. Ambil sebagai contoh: ular. Ragam hias ular, yang biasa disebutnaga dalam pewayangan, bersesuaian dengan ragam hias dari India yang berbasiskebudayaan Hindu. Padahal ragam hias ular sudah dipakai oleh orang Papua, jauhsebelum masa kedatangan Hindu. Demikian pula dengan gambaran-gambaran ular yangdipakai orang Dayak di Kalimantan, lebih mirip dengan naga dari Tiongkok. Halini berlaku pula untuk ragam hias yang lain seperti burung. Orang Indonesiadengan mudahnya menerima berbagai ragam hias Hindu, justru karena mereka telahmengenalnya dalam kebudayaan mereka sendiri yang lebih tua. Tetapi justruinilah yang menjadi sebab perubahan makna pada motif yang sama dari periodewaktu tertentu ke periode waktu selanjutnya.   Indonesia telah lama sekali didiami manusia.Di zaman es, negeri ini belum menjadi kepulauan, tetapi masih bersatu dengandaratan Asia. Sudah hidup orang primitif seperti Pithecantropus erectus danHomo soloensis yang hidup 200.000 tahun yang lalu. Kita tidak memilikipengetahuan sedikitpun tentang seni budaya orang-orang tersebut. Lama sekalisetelah itu, nenek moyang orang Papua dan nenek moyang orang Melanesia harusberjalan melalui kepulauan ini, untuk tinggal pada akhirnya di Papua danMelanesia. Di tempat kediaman mereka sekarang, mereka mempunyai kebudayaansendiri. Akhirnya, kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang lain merambah memasukiwilayah Papua. Kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi, terjadi imigrasi nenekmoyang orang Indonesia yang berasal dari Yunnan (Tiongkok Selatan).   Dari sana mereka berjalan ke pantai barat dantimur Hindia Belakang, kemudian mereka berjalan terus ke selatan dan padaakhirnya tiba di Indonesia yang sekarang. Orang-orang Indonesia yang palingpertama ini belum dapat menulis. Jadi mereka hidup dalam tingkat kebudayaanzaman prasejarah. Juga mereka tidak dapat mengerjakan logam, tetapi merekamembuat perkakas-perkakas dari batu yang digosok. Karena itulah zaman merekahidup kita sebut zaman “batu muda” atau Neolithicum. Mereka mulai menanam padidi sawah, terbukti dengan ditemukannya mata cangkul/pacul yang terbuat daribatu. Kemungkinan mereka sudah berternak kerbau, bertenun, dan membakar periuk.Mereka mengerjakan kayu dan menghiasnya dengan ukir-ukiran serta membuatperahu. Terbukti dengan ditemukannya kampak beliung batu, pahat-pahat lengkung,dan sebagainya. Juga telah dibuat oleh mereka arca-arca leluhur untuk pemujaanruh leluhur mereka. Pada tahun-tahun 500-300 sebelum Masehi, mulailah ditemukanlogam perunggu dan sedikit besi yang berasal dari Tonkin bagian utara IndoCina. Dengan segera orang Indonesia belajar membuat perunggu dan menempa besi.Kebudayaan yang memiliki kepandaian mengerjakan logam disebut kebudayaanperunggu atau kebudayaan Dong Son, menurut nama tempat penemuan Dong Son diTonkin. Batang-batang perunggu itu sangat bagus, penuh dengan ragam hias.Dengan demikian kebudayaan Dong Son mempunyai pengaruh yang besar atas senibudaya Indonesia.   Di zaman Neolitikum, seni budaya Indonesiakuno bersifat monumental dan bersifat lambang. Pada saat itu, orang sudahmenatah batu dan kayu dengan gambar-gambar tertentu seperti pintu kayu denganpahatan cicak atau biawak. Kepercayaan tentang cicak atau biawak pada awalnyaadalah jelmaan para dewa yang ditaruh di atas pintu lumbung untuk mengusirhantu dan mencegah malapetaka. Jadi, disain seni budaya tidak digunakan untukperhiasan, tetapi menjadi usaha spiritual (perbuatan sakti). Justru karena itukesenian primitif ini menimbulkan kesan yang khusus.   Dalam kebudayaan perunggu atau Dong Son, niatmenghias semakin tampil mengemuka dan bidang benda-benda dihias. Namun untukragam hias ini, lambang-lambang tetap digunakan seperti yang sering kita lihatpada pilin berbentuk huruf S atau pilin berganda, swastika, meander, atau banzi.Ragam hias inilah yang menjadi ragam hias alam dan ragam hias peredaranmatahari, yang dalam hal ini berhubungan dengan pemujaan matahari pada zamanitu. Ragam hias ini banyak terdapat dalam seni budaya kita sampai sekarang.   Kebudayaan Neolitikum dan kebudayaan perunggukedua-duanya menjadi dasar bagi kebudayaan Indonesia. Yang umum terkenal adalahpengaruh besar yang diberikan budaya India kepada budaya Indonesia.   Batik Keraton Cirebon adalah suatu karya seniyang dilukis pada kain melalui teknik celup rintang, menggunakan malam dengancorak dan gaya Keraton Cirebon, yang tumbuh dan berkembang di dalam lingkunganmasyarakat Keraton Cirebon. Batik tradisional Keraton Cirebon yang merupakanproduk seni, dalam sejarah perkembangannya yang panjang hingga masa masuknyaIslam di Cirebon, telah diwarnai dengan pemaknaan dari sudut pandang tarekatyang berpengaruh kuat pada kehidupan keagamaan di Keraton Cirebon.   Ungkapan batik menurut kalangan petarekanCirebon (para pengikut tarekat di Cirebon), merupakan singkatan dari ba titikening esor, bagiya sing andhap asor, Artinya, huruf ba (huruf kedua hijaiyahArab) mempunyai titik pada bagian bawahnya, berbahagialah orang yang berlakurendah hati. Huruf ba menurut kaum petarekan sangat penting karena merupakanhuruf awal dari kalimat Bismilaahirrohmaanirrohiim seperti yang tertera padabagian pangkal dari batik bendera Cirebon, yang mempunyai arti “dengan namaAllah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Batik juga merupakan suatu alatuntuk menyimpan “suatu semangat atau cita-cita tertentu” yang disampaikansebagai risalah atau pesan untuk generasi berikutnya atau generasi penerus,sehingga cita-cita bersama itu akan tetap hidup dan tidak pudar. Hal serupasebagai media penyimpan pesan tersebut juga tertuang pada produk senitradisional Cirebon lainnya, antara lain pada batu (nisan), kayu (seni ukir),lukis kaca, serta keramik atau gerabah, di samping tertera pada naskah kertasdaluang maupun lontar.   BATIK SECARA UMUM   Beberapa pengertian batik yang bisaditampilkan sebagai berikut:   Definisi batik Keraton Cirebon menurutpenulis, Batik Keraton Cirebon ialah suatu seni kriya yang dibuat dengan caramelukiskan malam pada sebuah kain, yang dipergunakan oleh kalangan KeratonPakungwati /Caruban Nagari, beserta keturunannnya sampai dewasa ini yangtersebar di wilayah Cirebon.   Seni Batik Tradisional Keraton Cirebon adalahkeahlian membuat corak atau gambar pada kain yang bermutu tinggi, yangpembuatannya secara khusus selalu berpegang teguh pada adat dan kebiasaan yangada secara turun temurun, sejak masa pemerintahan Sunan Gunung Jati.   Pengelompokan Batik Cirebon   Berdasarkan perkembangan sejarahnya batikCirebon dibagi menjadi batik Keraton Cirebon dan batik pesisiran Cirebon.Penggolongan tersebut dibedakan berdasarkan pada sifat ragam hias dan polapewarnaannya, serta ditinjau dari sudut kelompok besar daerah pembuatannya.   Baik motif batik Keraton Cirebon maupun motifbatik Cirebon persisiran banyak dipengaruhi oleh perubahan dan perkembangankebudayaan di Cirebon. Hal tersebut tidak lepas dari benturan, perpaduan,asimilasi dengan kebudayaan kerajaan-kerajaan kuno, kebudayaan asing sepertiCina, India, Arab, dan Persia serta kebudayaan yang masuk kemudian sepertibudaya kolonial (Eropa). Salah satu unsur penting pembentukan kebudayaantersebut adalah letak geografisnya yang terletak di persilangan jalur lalu-lintasantara benua Timur dan benua Barat. Jalur pelayaran tersebut melintas sepanjangpantai utara Pulau Jawa (“jalur menyusur pantai”) dan Jalur Sutera Darat,sehingga produk budaya yang terbentuk di Cirebon merupakan hasil daripluralitas kebudayaan bangsa-bangsa yang singgah di sana.   •           BatikKeraton Cirebon Bila di Keraton Yogya dan Solo, batikkeratonan dikenal dengan sebutan Batik Vorstenlanden,-yaitu seni kerajinanbatik yang terdapat di daerah kerajaan pada zaman penjajahan Belanda.-makabatik keratonan di Cirebon sudah berkembang sejak awal perkembangan agama Islamdi daerah Cirebon. Lebih awal atau mungkin hampir bersamaan dengan perkembanganbatik di Mataram, karena dari sejarah pendiriannya, Keraton Cirebon telahberkembang lebih dulu dibandingkan Keraton Mataram yang berkembang di kemudianhari, sehingga kerajinan batik di Cirebon diduga telah berkembang sebelumberdirinya Kerajaan Mataram di Yogya dan Solo. Kalaupun ada kemiripan antara batik Cirebondan batik Yogya dan Solo, bukan berarti batik Cirebon meniru batik Yogya danSolo, sebab deskripsi sejarah Cirebon, jauh lebih tua daripada Keraton Mataram.Begitu pula bila terdapat penggunaan batik Yogya dan Solo yang digunakan dalamwisuda Jumenengan Sultan Cirebon, itu karena terpaksa atau dipaksa. Hal ituberkaitan dengan kepemimpinan Panembahan Adining Kusuma atau Panembahan RatuAkhir, yang naik tahta pada tahun 1649 dalam status tawanan Raja MataramAmangkurat I di ibukota Mataram selama tidak kurang dari dua belas tahun hinggawafatnya. Pada saat itu, segala aspek sosial budaya diharuskan berkiblat padaaturan Mataram.   •           BatikPesisiran Cirebon Batik Pesisiran Cirebon yaitu batik yangberasal dari luar keraton-keraton di Cirebon. Pada saat itu para perajin batikmembuat batik keratonan, namun mereka sendiri tidak boleh memakai hasil batikmereka, karena motif-motif keratonan hanya boleh dipakai oleh keluarga keraton,sehingga mereka menciptakan motif pesisiran yang inspirasinya diambil daripengamatan alam sekitar, misalnya budaya masyarakat, pemandangan alam yangsifatnya lebih naturalis, dinamis dan bebas. Aktivitas membuat batik juga padaawalnya bukan pekerjaan utama masyarakat pesisir yang kebanyakan bekerjasebagai nelayan. Kebebasan seniman batik yang didominasi oleh kebutuhan pangsapasar batik, membuat batik berfungsi sebagai barang dagangan. Motif batik Pesisiran Cirebon lebih bebas baikmotif maupun pewarnaannya. Motif-motif yang digunakan pada batik pesisiranbiasanya berasal dari alam, seperti motif flora dan fauna, baik darat maupun laut.Ragam hias burung, kupu-kupu, udang, ikan, mimi, ganggeng umum kita jumpai padabatik ini.   Batik Pesisiran Cirebon ini kental denganpengaruh budaya asing baik dalam ragam hiasnya maupun pewarnaannya. BatikPesisiran di Cirebon memiliki warna yang lebih cerah. Banyak menggunakan warnabang-biru, hijau, kuning dan putih. Bang-biru artinya abang atau merahmerupakan pengaruh dari budaya Cina dan biru merupakan pengaruh dari budayaEropa. Batik Pesisir yang paling banyak berkembang di Cirebon adalah batik yangmempunyai pengaruh dari budaya Cina. Sampai sekarang ragam hiasnya masih banyakdijumpai seperti motif flora dan fauna, meliputi bunga, burung, binatang laut,binatang darat, ikan, pepohonan, dan daun. Motif-motif Eropa seperti BatikKompeni sudah jarang kita temui lagi.   Contoh-contoh motif Batik Pesisiran Cirebon diantaranya: kapal minggir, kapal kandas, kapal keruk, piring hias selapandan,karang jahe, kopi susu, lengko-lengko, puser bumi, daro tarung, angen-angen,banyak angrem, tambal sewu, banji tepak, iwak mangrup, tikel balung, gununggiwur, supit urang, pucang kanginan, pangkalan anggrek, mato daro, dan masihbanyak lagi motif yang lainnya.   Bentuk-bentuk yang diadopsi oleh batikkeratonan di Cirebon di antaranya bentuk naga, wadasan, mega mendung yangberakar dari budaya Cina. Pengaruh ini tidak lepas dari salah satu istri SunanGunung Jati yaitu Ong Tin, perempuan asal Cina yang peduli dengan budaya dankesenian lokal. Bentuk singa yang berakar dari budaya Cina, Arab, dan Persia,serta bentuk gajah dan trisula yang berakar dari budaya India (Hindu-Budha),dan tumbuhan rambat yang berakar dari budaya lokal. Motif batik keratonan biasanya mempunyaipakem-pakem tertentu dan mempunyai ciri yang khas yang terletak pada motifnya.   Contoh khas motif Batik Keraton Cirebonsebagian besar menggunakan: wadasan, mega mendung, dan pandan wangi yangmerupakan hiasan pokok batik Cirebon. Hiasan-hiasan pokok tersebut merupakanpengaruh dari budaya Cina. Ada pula beberapa yang menggunakan ragam hias pohonlam alif, singa barong, paksi naga liman, dan macan ali, serta motif lokaltumbuhan rambat seperti kangkung.   Ragam hias pokok motif batik Cirebondidominasi oleh pengaruh Cina yang sudah distilisasikan, namun lebihmengutamakan makna yang terkandung dalam seluruh ragam hias batik KeratonCirebon. Meskipun motif tersebut merupakan pengaruh budaya Cina, sehinggasecara fisik Cina, namun pada perkembangannya motif tersebut ruhnya bernafaskanajaran Agama Islam.   Ruh Islam di dunia Batik Keraton Cirebonmerupakan pengejawantahan dari tarekat di Cirebon. Keindahan tarekat dituangkandalam keindahan motif batik Cirebon, dengan menyimpan risalah pesan yang secaraimplisit tertuang dalam corak motif batik.   Muncul sebuah pertanyaan: “mengapa Islam?”,karena semenjak berdirinya, Caruban Nagari adalah sebuah negara yang bersifatmulti kultur, merupakan melting pot dari budaya-budaya Arab, Persia, India,Cina, maupun lokal nusantara, yang semua itu disatukan dalam ruh Islam. Hal inidapat dilihat dari kondisi dan jumlah masyarakat Cirebon pada awaldidirikannya.   Wilayah Cirebon memiliki kekayaan khasanahbudaya batik yang variatif, baik yang masih tetap ada sampai sekarang, maupunyang sudah punah tinggal kenangan. Pengelompokan batik berdasarkan sentra-sentrapembuatan dan sekaligus ciri khas masing-masing, bisa kita berikan sebagaiberikut:   1.         BatikKeraton Di dalam perkembangannya Keraton Cirebondewasa ini terbagi menjadi empat keraton yang masing-masing mempunyai ciri khassendiri, yaitu Keraton Kasepuhan mempunyai khas batiknya adalah singa barong,Keraton Kanoman mempunyai khas batiknya adalah paksi naga liman, KeratonKaprabonan juga mempunyai khas batiknya yaitu dalung dan motif tanpa gambarhewan, dan terakhir Keraton Kacirebonan, yang mempunyai khas batiknya yaituyang berhubungan dengan bintulu.   2.         BatikKenduruan Batik Kenduruan diproduksi dan dipakai olehkomunitas Tionghoa, terletak di tengah-tengah Kota Cirebon. Kenduruan dihunioleh masyarakat Cina yang murni, yang dalam proses asimilasinya mengambil batiksebagai bahan pakaiannya. Corak khas Cina seperti banzi, swastika, anjing laut,burung phoenix, kapas, dan tentu saja lokcan . Seperti yang dipakai pada batikpesisiran lain, warna yang digunakan adalah yang umum digunakan pada keramiktensulam Cina, antara lain biru dan putih atau merah dan putih dengan kelibatanhijau, kuning, jingga, dan merah. Batik Kenduruan sekarang sudah tidakdiproduksi lagi.   3.         BatikPlumbon Plumbon merupakan suatu daerah yang terletakdi Kabupaten Cirebon, berasal dari kata palu amba. Pimpinannya bergelar KiGedeng Palu Amba, murid Sunan Gunung Jati. Di daerah ini terdapat pemukimanmasyarakat yang pada suatu waktu mempunyai hubungan penting dengankeraton-keraton Cirebon. Ki Gede Palu Amba dimakamkan berdampingan dengan KiGede Kuningan. Ki Gede Kuningan adalah murid Sunan Gunung Jati yang setia.Batik Plumbon sudah tidak diproduksi lagi, tetapi batiknya masih disimpan padabeberapa keluarga dan dikenal dengan warna merah mengkudunya, serta motifnyayang kuat atas pengaruh motif lung-lungan dan utah-utahan.   4.         BatikTrusmi Trusmi adalah nama sebuah desa yang terletakdi Kabupaten Cirebon. Batik Trusmi dewasa ini sudah sangat terkenal, baiklokal, nasional, bahkan sampai mancanegara. Di samping itu pun ada batik KaliTengah yang kedua-duanya merupakan pusat para perajin.   5.         BatikPaoman Paoman adalah nama salah satu desa diKabupaten Indramayu, yang terletak ditepi sungai Cimanuk sebelum alirannyadipindahkan karena sering banjir. Semua batik Paoman masih dibuat dengan tekniktulis (painting), umumnya para pengusaha dan pengrajin batik di Paoman adalahwanita, sedangkan kaum laki-lakinya mayoritas berprofesi sebagai nelaya dandahulu para nelayan Paoman berangkat ke laut lewat sungai Cimanuk.   Penulis: Drh. Bambang Irianto, BA. PenataBudaya Keraton Kacirebonan   ***Catatan Akhir: Batik termasuk jenis seni klasik, makapengetahuan tentang ornamen dan desain hiasan batik dan arti perlambangan darimotif hias dituntut bagi seorang pembatik. Tuntutan itu diperlukan agar nilaiperlambangan yang ada pada setiap hiasan tidak lenyap. Demikian pula tata warnapada batik klasik tidak dapat sembarangan diubah karena setiap warna yangtampil mempunyai pula arti perlambangan. Arti perlambangan dari hiasan batik,ada yang tampil pada ragam hias geometrik secara murni di samping ragam hiasyang bersifat geometrik dari hasil rekaan bentuk-bentuk organik. Lihat, WiyosoYudoseputro, Jejak-jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama (Jakarta: YayasanSeni Visual Indonesia, 2008), hlm. 217. Ibid., hlm. 216. Ibid., hlm. 215-216. Sementara para ahliberpendapat bahwa batik merupakan salah satu khasanah kebudayaan asliIndonesia, terdapat juga dugaan lain yang menyatakan bahwa batik berasal dariluar Indonesia, seperti dari Turki, Mesir, Persia, dan India. Yang jelas,seperti halnya keris dan wayang, batik telah menempuh sejarah perjalanan yanglama. Dugaan bahwa sejak zaman prasejarah pembuatan batik sudah dimulai adalahberdasarkan kenyataan bahwa tradisi batik kuno sampai sekarang masih dipakai dibeberapa pedalaman yang terasing dari kebudayaan luar. . 1. Menurut William Kwan, kata batik berasaldari kirata bahasa Jawa yaitu amba dan tik. Amba artinya menggambar. Tikartinya titik-titik. Jadi yang dimaksud dengan membatik adalah kegiatanmenggambar titik-titik. 2.         Batikmenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: a. Corak atau gambar pada kain yangpembuatannya secara khusus dengan menerakan malam kemudian pengolahannyadiproses dengan cara tertentu. b. Cak (ragam percakapan) kain bergambar yangpembuatannya secara khusus dengan menerakan malam pada kain itu, kemudianpengolahannya diproses dengan cara tertentu. 3.         MenurutKamus Bahasa Cirebon – Indonesia, batik, membatik, batikan adalah lukis,melukis, melukis pada bahan kain (lawon) untuk tata busana (batik nganggitgambar rerupa endah ning lawon bakal tapih, tumrape tata busana batik paomanduwe ciri warnaning rupa biron lan putihan, utawa kulit dukuhan). 4.         Batikmenurut kamus bahasa Cirebon karya T.D Sudjana, dkk. adalah karya seni padakain. 5.         Tidakterdapat pada kamus Kawi-Indonesia, karya Prof. Wojowasito. 6.         Menurutbuku “Batik Cirebon” karya Casta, M.Pd. dan Taruna, S.Pd, yang menyebabkanmunculnya istilah batik adalah isen tutul yang bercirikan titik-titik. Sukukata tik pada kata “batik” disebabkan batik banyak mengunakan isen-isen yangberbentuk bintik-bintik atau titik-titik. 7.         Menurut“Buku Tekstil”, oleh Cut Kamaril Wardhani dan Ratna Panggabean, batik merupakancara menghias latar kain melalui teknik celup rintang. Cara ini telah dilakukansejak masa pelukisan dinding-dinding gua. Batik kemudian berkembang dan menjadisarana untuk mengekspresikan diri, kepercayaan, serta perlambang.   Lokcan bukan nama motif tapi merupakanbahan yang digunakan untuk membatik. Menurut Sewan Susanto, lokcan berarti lok= sutra, can= biru, atau sutra biru yang dipakai untuk bahan membatik. Motifnyabisa terdiri dari motif burung Hong, bunga, dan daun seperti yang terdapatdalam selendang juana. Hampir semua batik pesisir memiliki corak yang terdapatdalam lokcan ini.   PUBLISHED 20 FEBRUARI 2012 BY PUSATNASKAHCIREBON http://sejarahcirebon.wordpress.com
 Sejarah Batik Trusmi CirebonLesat Travel Cirebon / Trans Cirebon

plesirwisata.blogspot.com
Sejarah+batik+cirebon+-+Sejarah+batik+trusmi+-+++Sejarah+Batik+Trusmi+Cirebon 's link


Twitter



You Tube


0 Sejarah Batik Trusmi Cirebon
Makam Buyut Trusmi



Bing Images



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>